Gunung Papandayan Tempat Sempurna Mulai Pendakian

0

 “Pengen deh nyobain naik gunung…”

Bila Travelmate mendengar kalimat itu terlontar dari siapa saja, tujukan dia ke Papandayan. Bukanlah lantaran Papandayan dapat dengan demikian mudahnya didaki oleh pemula, namun lantaran Gunung Papandayan menghidangkan pengalaman naik gunung dengan toleransi yang cukup luas untuk pemula. qory.my.id

Tak seperti Gunung Bromo atau Gunung Tangkuban Parahu yang dapat dibuka dengan gampang tanpa ada pendakian bermakna, Gunung Papandayan terus mesti didaki dengan persiapan pendakian yang masak. Ini bikin pendaki pemula terus bakal rasakan sensasi persiapan pendakian, seperti belajar packing, nge-list keperluan alat serta logistik, pinjem-pinjem atau nyewa peralatan yang belum ada, baca-baca catper orang, dsb.

Juga sensasi trekking ; pendaki pemula dapat pelajari itu dari tanjakan untuk tanjakan yang dilewati. Pasti tanjakan-tanjakan itu tak seberat di dua gunung saudaranya, Cikuray serta Guntur, hingga pendaki pemula dapat memperkirakan seberapa kuat keadaan fisiknya untuk pendakian di gunung yang lain. Diluar itu, pendaki pemula dapat juga mulai belajar mengatur pemakaian air minum, membangun tenda, memasak dengan alat yang terbatas, mengambil kembali sampah, serta kondisi-kondisi khas pendakian yang lain.

Well, Papandayan memanglah gunung yang bagus untuk belajar mendaki, namun evaluasi yang paling bagus dari Papandayan yaitu bahwa banyak dari kecantikan alam ciptaan-Nya tersembunyi dengan baik di ketinggian.

Mulai dari awal pendakian, beberapa pendaki akan lihat megahnya kompleks kawah Gunung Papandayan yang dikelilingi tebing-tebing tinggi. Kepulan-kepulan asap serta air belerang yang meletup-letup menunjukkan seberapa aktif gunung ini. Bau belerang yang menyengat dari arah kawah jadi jadi daya tarik sendiri.

Pos-pos peristirahatan juga cukup nyaman dengan berdirinya sebagian warung warga sampai Gober Hut, sesudah seputar 1, 5 jam pendakian. Beberapa pendaki dapat lihat longsoran besar yang dahulu memotong jalur paling utama. Lantas juga melalui sungai kecil yang cantik dengan air pegunungan yang fresh.

Tempat camp, Pondok Saladah, yaitu tempat yg tidak kalah menarik. Di sini ada luasan yang juga ditumbuhi bunga Eidelweis, serta ada sumber air yang cukup melimpah. Pondok Saladah menghadap ke bukit yang menjulang indah. Pada pagi hari yang cerah, bukit ini tampak sangatlah bagus didera sinar mentari.

Cuma sebagian ratus mtr. dari Pondok Saladah, ada Rimba Mati yang populer. Pohon-pohon yang mati ini memanglah agak berikan situasi mistis, tetapi keindahannya nyaris tak ada duanya. Di sini juga pendaki dapat lihat keindahan sun rise. Namun terus mesti hati-hati, janganlah melalui (atau bila dapat bahkan juga janganlah mendekati) sinyal batas aman lantaran tanah Rimba Mati yang pas ada di atas kawah ini riskan longsor.

Dari Rimba Mati, naiklah menuju Taman Edelweiss Tegal Alun. Tegal Alun yaitu satu dari cuma empat spot paling baik untuk nikmati taman bunga kekal, Edelweiss, di semua Indonesia. Taman ini sangat luas serta indah. Luasnya sampai 32 hektar. Itu kian lebih 40 kali luas lapangan bola. Wow!

Tetapi juga sebagai catatan, beberapa pendaki tak bisa membangun tenda serta menginap di Tegal Alun. Terkecuali lantaran angin yang kencang pada malam hari, kelestarian tanaman Edelweiss serta fauna-fauna malam juga jadi argumennya.

Pendaki dapat melanjutkan pendakian ke puncak Papandayan. Meskipun treknya terang, serta telah ada plang pemberi tanda, trek menuju puncak ini mempunyai tingkat kesusahan di atas trek-trek pada awal mulanya. Kemiringan yang curam, rimba yang rapat, dan bahaya jurang bakal didapati di trek ini. Dari puncak bisa tampak begitu luasnya Tegal Alun, kompleks kawah yang megah, serta Pondok Saladah dibalik bukit dari kejauhan.

Yah, memanglah Tegal Alun saja telah dapat berikan banyak pelajaran untuk pendaki, terlebih yang baru belajar menyukai pendakian.

***

Dengan keindahan sekian rupa, siapa yg tidak bakal jatuh cinta dengan Papandayan? Banyak pendaki pemula jadi ketagihan mendaki lantaran Papandayan. Akan tetapi, pasti beberapa pendaki sebaiknya juga belajar perihal langkah menyukai pendakian dengan baik serta benar. Beberapa pendaki mesti benar-benar sadar untuk melindungi kebersihan gunung serta melindungi kelestariannya ;

Bahwa menuai bunga Edelweiss itu sekalipun tak diijinkan serta bahwa mengambil kembali seluruhnya sampah yang kita hasilkan itu yaitu satu keharusan. Mari kita jagalah Papandayan supaya kita dapat dengan bangga menunjukkannya pada generasi selanjutnya.

AKSES MENUJU LOKASI
Naiklah Bis jurusan Garut yang segera ke Terminal Guntur, dapat dari Jakarta (Primajasa pool BKN Cililitan atau bis dari Kp. Rambutan), Bandung (Terminal Cicaheum maupun Leuwi Panjang), Bekasi, atau Tasikmalaya.

Biaya per orang : Dari Jakarta seputar Rp 52. 000, – Dari Bandung seputar Rp 30. 000, – Lantas naik angkot putih biru jurusan Cikajang. Jangan sempat salah pilih angkot putih biru tua jurusan Copong, atau putih biru muda jurusan Cilawu. Biaya per orang : seputar Rp 15. 000, Turunlah di Alun-alun Cisurupan.

Di Alun-alun Cisurupan terdapat banyak minimarket untuk beli logistik yang masih tetap kurang. Diluar itu juga ada pasar kecil bila memerlukan logistik yang lain.

Dari Alun-alun Cisurupan, naiklah Ojek atau bila tim dalam grup besar, sewa-lah satu Pick Up untuk mengangkut hingga kawah, Biaya per Orang : Rp 30. 000, -.

Saat e-Magazine ini di buat, Papandayan tengah berbenah diri. Akses jalan dari Cisurupan menuju Pos Pendaftaran yang dahulu rusak berat tengah diperbaiki. Dalam sebagian waktu, jalan menuju Pos Pendaftaran bakal jadi nyaman dilewati.

Cost pendaftaran :

WNI weekday : Rp 5. 000, –
WNI weekend : Rp 7. 500, – /hari
WNA weekday : Rp 75. 000, –
WNA weekend : Rp 100. 000, –

JALUR PENDAKIAN

Jalur pendakian Gunung Papandayan yang seringkali dibuka serta yang kami merekomendasikan yaitu lewat Camp David dari Alun-alun Cisurupan. Saat e-Magazine ini di buat, jalan dari Alun-alun Cisurupan menuju Pos Pendaftaran tengah diperbaiki, hingga aksesnya bakal makin nyaman. Nah, sesudah mendaftar dari Pos Pendaftaran, ikuti jalan di segi kawah.

Kawah Papandayan
Selalu ikuti jalan setapak di samping kawah. Gunakanlah masker membuat perlindungan saluran pernafasan dari gas belerang yang keluar dari kawah. Terkecuali baunya yang menyengat, gas ini dapat berbentuk toksin serta dapat bikin pusing bila terhirup dalam jumlah banyak.
Di penghujung ruang kawah, ada gubuk warung kecil. Ambil jalan lurus yang mengarah ke Gober Hut. Lantaran longsoran besar, ambillah jalan turun masuk ke pohon-pohon untuk mengelilingi longsoran serta lalu naik lagi ke jalan paling utama, menyebrangi sungai kecil dengan air yang fresh. Tak lama, jalan ini bakal membawa ke Pos Gober Hut.

Gober Hut
Di Gober Hut ini ada lagi pos pendaftaran serta ada mushola dan warung. Disini pendaki dapat beristirahat dengan nyaman sesudah jalur pendakian nyaris tanpa ada teduhan yang di siang hari dapat bikin fisik cukup kelelahan.
Di Gober Hut ada jalan yang mengarah ke Pangalengan, Kabupaten Bandung. Tidak sering pendaki yang naik dari arah sana, atau yang turun ke arah sana. Akses transportasi dari Kabupaten Bandung juga cukup susah hingga jalurnya tak direferensikan.

Ambillah jalan setapak menuju Pondok Saladah. Cukup cuma seputar 10-20 menit saja jalan enjoy, anda bakal tiba di Pondok Saladah.

Pondok Saladah
Pondok Saladah ini yaitu tempat membangun tenda yang seringkali dipakai. Terkecuali lantaran luasan-luasannya yang pas untuk berkemah, disini juga ada sumber air yang cukup melimpah. Pastikan luasan yang cukup tertutup supaya tak segera diterjang angin dingin pada malam hari.

Dari Pondok Saladah anda dapat meneruskan perjalanan ke Tegal Alun lewat rimba mati atau lewat jalan batu terjal berundak yang bisa dipandang dengan cukup terang di bukit di depan Pondok Saladah. Kami sarankan untuk ikuti jalan lewat Rimba Mati lantaran jalurnya lebih terang serta landai.

Rimba Mati
Tak lama dari Pondok Saladah, anda dapat meraih Rimba Mati. Rimba Mati ini terdapat pas diatas Kawah Papandayan yang sudah dilewati. Spot seperti Rimba Mati ini tak ada duanya. Bila anda mau mencari sunrise, jadi pergilah ke Rimba Mati ini di saat fajar.
Catatan, tanah rimba mati diatas Kawah Papandayan ini sangatlah riskan longsor, hingga sangatlah dilarang untuk melalui batas aman yang sudah ditetapkan.

Untuk menuju Tegal Alun, naiki selalu Rimba Mati sampai menjumpai jalan setapak. Seputar satu jam perjalanan dari Rimba Mati, anda bakal tiba di lapangan Edelweiss yang luar umum luas. Tersebut Tegal Alun.

Tegal Alun
Nikmatilah Taman Edelweiss Tegal Alun seutuhnya. Tetapi, dilarang untuk berkemah disini lantaran daerah ini kerap dilewati oleh hewan buas. Diluar itu, perkemahan juga punya potensi untuk mengakibatkan kerusakan tanaman endemik Edelweiss (Anaphalis Javanica). Di Tegal Alun ada sungai kecil yang dapat jadikan sumber air bersih.

Untuk meraih Puncak Papandayan, seberangi sungai tadi serta selalu ikuti jalan setapak. Perjalanan dari sini bakal jadi cukup curam serta melelahkan. Kehati-hatian mesti ditingkatkan lantaran bahaya jurang serta longsor kerap didapati. Sesudah seputar 2 jam perjalanan, anda bakal tiba di Puncak Papandayan.

Puncak Papandayan
Puncak Papandayan yaitu puncak dinding tebing di samping Kawah Papandayan yang telah bisa tampak mulai sejak anda mengawali pendakian dari Camp David. Dari sini, anda bisa lihat dari terlalu jauh begitu luasnya Tegal Alun, Pondok Saladah dibalik bukit, serta Kawah Papandayan pas dibawah tebing.

Butuh dicatat, puncak ini bukanlah puncak paling tinggi di kompleks pegunungan Papandayan. Puncak paling tinggi yaitu Puncak Gunung Malang yang masih tetap tertutup vegetasi lebat. Akan tetapi, Puncak Papandayan inilah yang senantiasa jadikan puncak pendakian, bahkan juga oleh tur guide setempat. Turunlah lewat jalan yang sama.

Fasilitas Hotel

Cukup banyak di kawasan tempat ini yang menyediakan hotel di Garut. Mulai dari Cara Booking Hotel di Garut sampai Hotel Terbaik di Garut

FAKTA UNIK

Di Papandayan ada suatu tempat yang bernama Tegal Panjang. Tempat ini adalah savanna yang sangatlah indah. Tetapi beberapa pendaki tak diijinkan berkunjung ke tempat ini, terkecuali dengan SIMAKSI (Surat Izin Masuk Lokasi Konservasi) spesial dari BBKSDA Jawa Barat. Itupun mesti dengan maksud yang pasti seperti riset, pendidikan, jurnalistik, dsb.

Nah meskipun telah mengantongi izin spesial, kalian terus mesti dibarengi guide yang memiliki pengalaman dari masyarakat setempat, dengan cost yang cukup mahal. Kenapa? Kata masyarakat setempat, Tegal Panjang ini yaitu “tempat si Ratu ulin jeung budakna”, dalam bhs Indonesia bermakna “tempat si Ratu bermain dengan anak-anaknya”. Anda pasti juga dapat menebak siapa si Ratu yang disebut itu kan? Yups, dia yaitu seekor Macan Tutul Jawa atau umum dimaksud Macan Kumbang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.